A Christian Counselor




"Pernikahan yang diatur di Surga"


Yesaya 54:11 Hai yang tertindas, yang dilanggar angin badai, yang tidak dihiburkan ! Sesungguhnya, Aku akan meletakkan alasmu dari bau hitam dan dasar-dasarmu dari batu nilam.

Di awal usia 20 an, saat masih tinggal di Belanda, saya menanggung akibat dari kehidupan saya yang berdosa. Dosa masa lalu saya tampak begitu nyata dan tidak bisa disembunyikan begitu saja. Saya jadi begitu putus asa, tidak tahu apa yang harus dilakukan, dan tidak tahu harus berpaling kemana. Saya telah ditipu dan berkeliling dengan beban berat dibahu saya. Saat itu saya merasa akan jadi gila dan bahkan berpikir untuk bunuh diri.

Saya mulai memanggil nama Allah, yang tidak saya kenal. Saya mengucapkan doa masa kecil saya, cuma itu yang saya tahu dan saya tambahkan :"Tuhan, kalau saja Tuhan mau menolong saya kali ini, saya begitu putus asa." Doa sederhana saya itu lahir dari hati saya yang paling dalam.

Lewat mujijat instant, seperti yang saya ceritakan pada kesaksian saya, Allah meraih dan memegang saya pada waktunya, saat air sudah menitik ke hidung saya. Dia menyelamatkan saya dengan Darah anakNya Yesus Kristus dan membebaskan saya. Saya berpegang erat pada tanganNya, dan takkan terlepas lagi.

Mazmur 31:7-9... tetapi aku percaya kepada TUHAN, Aku akan bersorak-sorak dan bersuka cita karena kasih setiaMu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku, dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang.

Perjalanan saya yang baru bersama Yesus Kristus Juruselamat telah dimulai.
II Kor 5:17 "... Jadi, siapa ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu yang baru sudah datang.

Selanjutnya saya akan pusatkan pada bagaimana Tuhan menyediakan saya seorang suami. Seringkali saya bertanya-tanya mungkinkah ada pria baik-baik yang mau menikahi saya. Gembala wanita saya Neeltje Bouw berkata : Trudy, biarkan Tuhan yang mecarikan suami untukmu, Dia bisa mencarikan suami jauh lebih baik dari yang kamu bisa." Saya baru saja melihat Tuhan menyembuhkan kakak saya yang sakit jiwa, jadi...apakah ada yang mustahil bagi Allah? Tentu saja tidak! Tetapi, menunggu hampir 2 tahun rasanya lama sekali buat saya.

Suatu waktu di bulan Agustus saya pergi ke Luxemberg untuk liburan satu bulan dengan kelompok kaum muda Kristen. Kami berkemah di tanah lapang kecil yang dikelilingi hutan dan bukit bukit.

Pada hari kedua saya memperhatikan seorang pemuda berambut gelap dan saat itu juga jantung saya terasa berdebar. Saya pikir, mungkin dialah yang akan menjadi suami saya. Saya tidak mau terbawa perasaan saya, karena saya mau Tuhan memberi yang paling "tepat". Jadi saya berdoa pada Tuhan dan berkata : "Tuhan, engkau harus untuk menghilangkan rasa "jatuh cinta" ini, kalau pria itu tidak bakalan menjadi suami saya, karena hal ini tidak masuk akal. Saya rasa ini adalah hal yang mudah buat Tuhan untuk menjawab doa saya. Saya bahkan membawa perasaan-perasaan saya pada Tuhan. Saya bersungguh-sungguh demikian juga dengan Tuhan. Pujilah nama Tuhan yang dahsyat.

Keesokan paginya saat perasaan itu masih ada saya tahu kalau saya bakalan menikah dengan pemuda ini. Pemuda miskin ini (sekarang suami saya) tidak tahu apa yang akan terjadi padanya, dia tidak pernah memperhatikan saya, dia juga tidak tahu kalau saya jatuh cinta padanya. Sayapun nggak mungkin menunjukkan perasaan ini padanya.

Saya keluar dari camp beberapa kali, berdoa dan berpuasa sambil duduk di tepi parit. Saya bisa mendengar suara air mengalir, dan sepertinya suaranya mengalahkan doa dan tangis saya kepada Tuhan.

Saat saya ada di tepi parit, Tuhan memberi saya ayat-ayat berikut : Yesaya 54:4... Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu; sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu.

Yesaya 62:2b... dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri.

Betapa MENAKJUBKAN cinta kasihNya! Tentu, saya tahu kalau Tuhan akan memberi kita nama baru, saat kita menerima Dia. Tapi ayat ini dimaksudkan untuk SEKARANG. Bagi saya ini berarti nama belakang yang baru yang diperoleh dari perkawinan. Saya bisa menangkap ini, tapi siapa yang akan menjelaskan ini pada Casey si pemuda itu ?? Saya katakan pada Tuhan bahwa Dialah yang harus mengerjakan ini untuk saya, karena tidak mungkin saya mengatakan pada pemuda ini, titik. Tidak mungkinlah, saya tidak mau membodohi diri saya sendiri. Lagipula saya benar-benar berpikir bahwa dia terlalu tampan buat saya. Hebatnya, Tuhan bahkan tahu selera saya: tinggi, langsing dan, berambut gelap,...

Beberapa hari berlalu sudah, sayapun mengingatkan Tuhan kalau waktunya hanya tinggal 3 hari lagi, setelah ini kami akan kembali ke rumah-masing-masing dan saya minta kepada Tuhan untuk melakukan sesuatu dan bertindak untuk membantu saya. Saya merasa sepertinya Tuhan sudah menyia-nyiakan waktu yang berharga di sini.

Kamis itu kami memiliki waktu luang di sore hari dan beberapa di antara kami menggunakannya untuk berjalan-jalan melewati tepi desa ke dusun terdekat, sambil saling membicarakan apa yang Tuhan telah kerjakan di dalam kehidupan kami. Lalu saya perhatikan Casey mendekat dan mulai nimbrung dalam percakapan kami. Tanpa saya sadari teman-teman lain pergi meninggalkan kami dan kini tinggallah kami berdua. Kami sharing tentang Yesus Kristus dan Dia disalibkan, dan bagaimana Dia telah menyelamatkan kami.

Sampai disini, saya jadi tegang sekali, karena saya tahu sesuatu yang tidak diketahuinya. Casey bercerita kalau dia sudah meminta Tuhan memberinya seorang istri, tapi sampai sekarang ia belum mendapatkan "istri" yang dimintanya itu. Saya terkejut sekali mendengar ini. Dia lalu memandang saya dan berkata: "Mungkinkah itu kamu ?" saya tidak menjawab apa-apa. Lalu Casey melanjutkan pembicaraan. Setelah beberapa saat, saya berkata :"Apa kamu pikir Tuhan bermain kucing-kucingan dan apakah Dia mempertemukan kita di sini tanpa suatu maksud?" Tidak, Casey menjawab,"Saya kira tidak mungkin melakukan itu." Kamipun melanjutkan percakapan sebentar, dan dia berkata : "Ayo kita minta konfirmasi dari Tuhan, agar ada pemuda di camp yang memberitahukan pada kita Tujuan Tuhan untuk kita berdua."

Belum lagi kalimatnya selesai dan lihatlah, Jannie, putri dari pendeta kami, berlari menghampiri kami dan berseru: "Aku tahu kalian berdua akan menikah. Trudy, aku senang tapi sekaligus juga sedih, karena aku akan kehilangan kamu", lalu dia menangis. Seorang pemuda dari camp juga menghampiri membawa kotak besar berisi cake di tangannya. Diletakkannya di aspal jalan dan mulai memotong kue itu. Dia berkata:"Saya tadi beli cake ini tidak tahu untuk apa, tapi sekarang saya tahu kalau ternyata ini adalah Cake Pernikahan kalian." Dia lalu membagikan potongan cake itu pada semua orang. Yang lebih mengagumkan lagi, ada orang yang merekam peristiwa ini dengan kamera film, yang selanjutnya ditampilkan saat pernikahan kami. Saya bahkan punya foto saya saat makan cake itu.

Ini jauh lebih menarik dari cerita film Hollywood yang manapun, ini adalah kisah nyata. Seorang suami, dipilihkan Tuhan, apa yang lebih baik yang saya bisa minta.

Mazmur 40:6... banyaklah yang telah Kau lakukan, ya Tuhan, Allahku, perbuatanMu yang ajaib dan maksudMu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.

Saat kami tiba di camp seorang lain melemparkan beras pada kami, ini merupakan tradisi pada pernikahan orang Indonesia. Yah, kita dapat peneguhan yang cukup dan 1 bulan kemudian kamipun bertunangan dan menikah beberapa bulan kemudian, yaitu pada tanggal 15 November di tahun yang sama. Kami butuh waktu yang banyak dikemudian hari unuk saling mengenal lebih baik.

Mazmur 94:19,22... Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburanMu menyenangkan jiwaku.(22)Tetapi Tuhan adalah kota bentengku dan Allahku adalah kota bentengku dan Allahku adalah gunung batu perlindunganku.

Hingga saat ini usia pernikahan kami telah 37 tahun, dikaruniai 4 orang anak dan 4 orang cucu. Seperti telah anda ketahui banyak hal yang telah terjadi dari dulu sampai sekarang. Saya dapat mengatakan dengan jujur, bahwa Tuhan Yesus Kristus sudah begitu setia kepada kami.Dia selalu menjadi satu-satunya Pengharapan saya, bahkan di waktu kesukaran dalam kehidupan pernikahan dan keluarga kami.

Meski pernikahan kami diatur Tuhan di Surga, tapi tetap saja adalah tugas kami sendiri untuk menjaganya keutuhannya dimana dibutuhkan usaha-usaha besar kami bersama. Bersama-sama kami mendaki bukit dan menuruni lembah, kalau bukan karena Tuhan, saya tidak bisa bilang di mana kami akan berada saat ini. Kita telah belajar untuk saling menghargai dalam kasih Yesus Kristus. Cinta kami kepada Tuhan menjadi sekuat Tali rangkap tiga. Saya hanya bisa mempersembahkan SEGALA Kemuliaan bagiNya.

Mazmur 73:25-26... Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau ? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan batinku habis lenyap, gunug batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. Ayat 28... Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaanNya.

Lihatlah foto pernikahan kami di sini CASEY dan TRUDY    dan    
40st Wedding Anniversary foto


Personal account, Copyright © Dr.Trudy Veerman, Webmaster, 1999 - 2007.
All rights reserved

Translated by Connie Duawarna

More personal stories below.




Silahkan, klik untuk membaca artikel yang sangat membantu ini "Bagikan Kehidupan Anda" ,

"Hubungan dalam Pernikahan" dan "Pernikahan yang Solid"


Here is a link to another website: "Family Counseling Issues"


Please, sign & read my GuestBook




A Christian CounselorMAIN INDEX