A Christian Counselor


Reaching the world in 2001



Saat Aku sangat Memerlukan Yesus!


Hai, nama saya TRUDY, saya tinggal bersama keluarga saya di Ontario Canada. Saya akan mencoba memberikan gambaran secara rohani siapa saya, dari mana saya berasal, dan di mana saya sekarang.

Masa remaja saya sangat buruk, saya bergaul dengan kumpulan yang salah dan tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa lepas dari semua ini. Masa muda saya telah rusak, saya telah memilih jalan yang lebar. Saya tidak tahu apa yang mesti saya lakukan. Ke mana saya harus berbalik? Apakah kematian yang akan menjadi jawabannya?

Dulu saya tinggal di Belanda dan di awal usia saya yang ke-20 an saat saya berada dalam keadaan depresi, saya pernah berpikir untuk bunuh diri. Saya memanggil Tuhan, tanpa tahu pasti siapa yang saya panggil. Saat itu saya bukanlah seorang Kristen, saya bahkan bukan pengunjung gereja.

Tak lama setelah itu, saya bertemu Keluarga Muda Kristen lewat seorang penatua di geraja lokal yang tidak tahu bagaimana cara menolong saya. Dia mengira mungkin kalau saya dapat bertemu dengan seseorang yang saya bisa saya ajak beramah tamah, seperti membaca bersama atau menyulam bersama,itu akan membantu saya mengatasi masalah saya. Saya katakan padanya, bahwa hal itu percuma buat saya, masalah saya begitu nyata dan saya tidak mungkin hanya membicarakannya. Saya butuh lebih dari sekedar teman merajut, saya perlu Allah untuk menolong saya, saya membutuhkan mujijat. Tapi bagaimana caranya?

Lalu penatua itu menyarankan saya untuk menghubungi keluarga ini, yang tinggal di ujung jalan. Tapi dia berkata agar saya jangan terlalu menangggapi Bapak yang tinggal dalam keluarga ini...dia percaya pada mujijat dan lain-lain.. .Ooh ..Ah ..Ya, hal ini membuat saya tertarik. Saya kira mungkin Bapak yang yang percaya mujijat ini mempunyai sesuatu untuk ditawarkan pada saya ?... Selanjutnya saya akan menyebut nama bapak ini John.

Saya mengumpulkan seluruh keberanian saya dan sayapun mengunjungi keluarga ini. Pada malam pertama John menceritakan tentang kisah hidupnya; semua yang terjadi padanya selama perang, bahwa dia telah menghianati bangsanya sendiri; bagaimana Allah menjumpai dia saat dia sedang bekerja untuk musuh, NSB. Dia bercerita pada saya bagaiman Tuhan telah membuka matanya dan menunjukkan padanya semua kesalahan-kesalahan yang dilakukannya. Lalu dia menyadari bahwa dia membutuhkan pengampunan dan berbalik dan menyerahkan diri pada Pemerintah Belanda.

John benar benar berbinar-binar saat dia menceritakan pada saya tentang Harta Karun yang dia temukan di dalam Yesus, kebahagiaan dan damai sejahtera dalam pikirannya, karena tahu bahwa semua dosanya telah diampuni. Saya belum pernah mendengar kesaksian seperti ini. Saya juga tahu bahwa Bapak ini tidak mengarang ngarang cerita. Ini nyata dan saya bisa merasakan kebenaran di dalamnya.

Saat itu saya mendengarkan setiap kata yang disampaikannya dengan sungguh-sungguh dan menyerapnya seperti sepon menyerap air. Semua yang dikatakannya terdengar seperti sebuah musik, musik yang indah, yang dibutuhkan oleh jiwa saya yang haus. Saya dapat merasakannya secara langsung, inilah yang saya perlukan. Saya iri pada John karena imannya, dan dia berkata pada saya, kalau saya percaya saja bahwa Yesus adalah Juruselamat saya, Ia pun akan memberikan iman juga kepada saya.

Saya mulai melupakan masalah saya dan mengalihkan perhatian saya pada kakak perempuan saya yang tertua, yang telah menderita gangguan jiwa tidak lama setelah perang dunia 2. Selama 10 tahun terakhir dia telah keluar masuk rumah sakit jiwa, dia harus menerima perawatan-perawatan yang sangat menyiksa, seperti 24 kejutan listrik.Kalau saja anda tahu apa artinya ini !

*** Beberapa tahun kemudian ketika saya berada di Kanada dan mengambil pelatihan di bidang Perawatan Kesehatan, saya melihat video yang memperlihatkan bagaimana dulu pada awalnya perawatan kejutan listrik dilakukan. Tubuh pasien diikat pada semacam usungan (tempat mengangkat orang sakit). Kabel listrik dihubungkan ke tubuh pasien, sebagian besar diletakkan pada kepala. Begitu listrik dinyalakan, tubuh mulai bergoncang dengan keras, begitu kerasnya sampai-sampai kalau tubuh itu tidak diikat pasti sudah terpental keluar dari usungan tadi. Tak perlu dikatakan lagi, bagaimana perasaan saya terhadap apa yang telah dilalui oleh kakak saya itu. Saya menangis...dan menangis.. juga karena saya ingat bagaimana dia dulu juga menangis. Saat dia harus menjalani perawatan ini dia mengiba-iba pada orang tua saya : tidak..tidak.. tolong, jangan kejutan listrik. Saya sering berpikir, bagaimana dia menjalani perawatan ini tanpa pembiusan.***

Lalu saya bercerita pada John tentang kakak saya itu, dan saya heran mengapa Allah tidak menyembuhkan dia. John menjawab,"Apakah sudah ada yang berdoa untuk kesembuhan atau kelepasannya?" Saya tidak tahu ini, yang saya tahu kadang-kadang diakonia gereja mengunjungi dia tapi sejauh yang saya tahu, pokok tentang kesembuhan Maria (kakak saya) tidak pernah disentuh.

Bagaimana kita bisa mengharapkan Allah melakukan sesuatu jika Ia tidak diminta untuk itu dan jika tidak ada iman, kata John. Tetapi apakah Allah mau menjawab permintaan semacam itu? Tanya saya lagi. Kali ini John membuka Alkitab ditangannya dan membaca : Yesus Kristus adalah sama, kemarin, sekarang dan selamanya. Oh, saya pikir akhirnya sesuatu yang sudah pasti, seseorang tempat saya bergantung :"Sama, Dia tetap sama".

Bagaimana Maria bisa mendapatkan kesembuhan kalau tidak ada yang percaya, itulah yang menjadi pertanyaan saya. John menjelaskan, kalau saya membawa kakak saya kepada Tuhan dengan iman, Dia akan menyembuhkan kakak saya. Dia berkata : "Saat Yesus datang di dunia ini, Dia menyembuhkan semua yang datang kepadaNya dan Alkitab berkata bahwa tiada yang mustahil bagi mereka yang percaya. Kalau Allah tidak memegang janji/firmanNya, bagaimana kita dapat yakin akan Keselamatan kita.

Pada waktu itu saya melakukan perhitungan aritmatika : 2+2=4, tidak ada yang bisa mengubah itu, demikian juga dengan ayat-ayat Firman Tuhan. Yesus tetap sama, kemarin, sekarang, dan selamanya. Kalau dulu Dia menyembuhkan, sekarang pun Dia juga juga menyembuhkan. Hal ini jelas sekali dan mudah sekali.

Tetapi bagaimana caranya saya membawa kakak saya itu dalam doa kepada Tuhan? Saya sendiri tidak punya iman. John berkata bahwa yang saya perlukan hanyalah kemauan, maka Allah akan memberikan pada saya iman dan Allah yang mengerjakannya sisanya. Saya berpikir beberapa saat: saya harus memberikan kemauan saya kepada Tuhan, maka Dia akan mewujudkannya. Yeah, hidup saya toh sudah terlanjur kacau, tampak tolol lagipun tidak akan membuat saya terluka. Tapi.."RESIKOnya" bisa berarti kesembuhan kakak saya. Jadi, saya berkata pada John : Jika Allah memang mau menyembuhkan kakak saya dari keadaanya saat ini, maka saya akan mengikut Dia. Betapa dahsyatnya penginjilan ini, saya belum pernah mendengar yang seperti ini.

Saat itu pukul 10 malam saya kembali ke apartemen saya, yang hanya beberapa rumah dari rumah John. Tentu, John langsung berlutut dan memanggil Allah, itu sedikit yang saya tahu. Saat saya masuk ke apartemen, saya merasakan ada suatu perasaan yang lain. Saya merasakan ada terang, rasanya beban berat yang ada di pundak saya tiba-tiba lenyap. Tiba-tiba saya merasakan dalam hati saya, sesuatu telah terjadi. Saya buka tirai jendela saya dan melihat ke arahlangit yang gelap. Saya tidak tahu bagaimana cara menjelaskan ini, tetapi saat itu saya berteriak: Tuhan saya tidak mengerti dimana engkau, tapi saya tahu Engkau baru saja menyembuhkan kakak saya. Tuhan saya tidak bisa mengerti ini dengan pengertian saya sendiri, tapi saya merasakan dalam hati saya bahwa hal ini benar.

Saya begitu yakin bahwa kesembuhan itu telah terjadi, sehingga saya menulis surat pada orang tua saya pada malam itu juga dan memasukkannya dalam kotak pos di ujung jalan. Sekarang, bukankah ini tampak seperti langkah yang sedikit tolol? Anda pasti akan bepikir begitu bukan! Hari berikutnya saya menjadi kuatir, maka saya harus mencari tempat untuk berdoa di tempat saya bekerja. Tuhan, saya," Saya sudah menulis surat pada kedua orang tua saya bahwa Yesus sudah menyembuhkan Maria, saya tidak peduli jika mereka berpikir saya gila, tapi saya sudah menggunakan Namamu dalam surat itu. Engkau yang meletakkan kepastian akan kesembuhan Maria dalam hatiku, tolong sekarang berikan ketegasannya dalam nama Yesus".

Tentu saja, Tuhan telah menyembuhkan dia, begitu sehatnya dia sampai beratnya naik 10 kg dalam 2 minggu. Ini juga merupakan waktu penelitian dokter sebelum dia dipulangkan.

Apa sebenarnya yang terjadi di malam itu saat saya berkunjung ke rumah John? Kakak saya yang saat itu berada di kamar tersendiri, meminta seember air sabun dan kail pel kepada perawat, karena dia melihat ruangannya tampak kotor-atau mungkin memang kotor. Perawat itu tidak bisa mempercayai apa yang didengarnya dan sehingga ia bertanya lagi apa yang diminta Maria. Maria mengulangi lagi permintaannya, lalu perawat itupun mengambilkannya ember, air, dan kain pel. Lalu Mariapun mulai mengepel lantai, sementara perawat tadi terus mengamatinya. Lalu Maria menuruni ruangan, tangga demi tangga dan seterusnya, sementara perawat tadi mengikuti dia terus. Bagaimanapun saat itu Maria tidak sadar bahwa dia itu pasien, dia mengira dia itu petugas kebersihan (bagian pengurus rumah). Dulu, sebelum dia masuk ke lembaga perawatan, dia adalah pengurus rumah di sebuah yatim piatu. Kesembuhan Maria langsung terjadi saat saya melewati pintu keluar rumah John malam itu. Haleluya! Betapa DAHSYATNYA ALLAH YANG KITA PUNYA. Dia menjawab bahkan saat kita belum meminta.

Setelah dua minggu orang tua saya sudah bisa membawa kakak saya pulang, dan tentunya mereka membawa ke apartemen saya dahulu. Kakak saya menjawab dengan normal, dia menyukai kamar saya, dan pemandangan dari jendela saya. Rasanya sudah lama sekali sejak saya terakhir mendengarnya bicara dengan kalimat yang normal. Saya mulai menangis, begitu juga dengan kedua orang tua saya.

Ayah saya meminta saya untuk menceritakan padanya bagaimana semua ini bisa terjadi. Saya tidak tahu harus mulai dari mana. Lalu, diam-diam saya berkata kepada Tuhan : "Saya tidak tahu apa yang meski saya katakan pada ayah saya dan tidak tahu bagaimana cara menjelaskan ini, karena memang tidak ada penjelasannya." Saya hanya membuka Alkitab saya dan disanalah jawabannya tepat di depan mata saya." Ada beberapa pertanyaan lagi dan Tuhan memberi jawaban-jawaban dengan cara yang sama. Lalu ayah saya berkata: Darimana kamu tahu semua itu, apa kamu sudah belajar theologia. Saya menjawab, "Ayah jangan tanya saya, saya tidak tahu".

Mujijat pertama dalam kehidupan saya itu telah mengubah saya sepenuhnya, seperti yang dapat anda mengerti. Saya juga punya keinginan untuk tinggal dengan orang tua saya lagi untuk menolong kakak saya. Tapi Ayah saya berpikir lain. Dia merasa ingin pindah ke luar dari kota dimana ada banyak orang-orang sudah sangat mengenalnya, sebab masa lalu saya yang diragukan.

Butuh waktu cukup lama sampai akhirnya mereka menemukan rumah yang cocok di sebuah desa kecil. Sekarang saya butuh pekerjaan , tidak jauh dari rumah baru kami ada gudang mesiu milik Departemen Pertahanan. Saya baca di koran dibutuhkan sekretaris di sana.

Saya sudah melamar pekerjaan itu, tetapi setelah pemeriksaan kesehatan, saya ditolak, karena paru-paru saya tampak tidak sehat. Menurut hasil rongsen pada paru-paru saya ada titik-titik hitam di tepi-tepi paru-paru saya dan dokter mengira saya pasti pernah menderita radang selaput dada (birsam). Saya berkata padanya saya tidak pernah menderita sakit semacam itu, tapi saya memang adalah seorang perokok berat. Apalah......pokoknya saya tidak mendapatkan pekerjaan itu.

Saya pergi ke Neeltje Bouw, seorang pengkotbah wanita, and saya bercerita padanya bahwa saya sangat membutuhkan pekerjaan tsb. dan menunjukkan hasil foto sinarX(rongsen) saya. Saya berkata kalau Tuhan sudah menyembuhkan penyakit jiwa kakak saya, Dia juga pasti bisa menyembuhkan paru-paru saya dan membersihkannya. Lalu saya meminta Neeltje Bouw berdoa untuk saya, tapi dia merasa bahwa itu tidak diperlukan lagi. Kamu sudah menunjukkan imanmu dengan pernyataanmu tadi, maka Allah akan mengerjakan sesuai dengan imanmu itu, jawabnya. Dan memang Dia melakukan itu. Saya melamar lagi, karena saya tahu tidak banyak orang yang melamar di tempat terisolasi, dimana hanya ada 120 laki-laki dan satu wanita bekerja sebagai tentara dan orang sipil.

Sekali lagi saya menjalani tes kesehatan, dengan dokter yang sama. Dokter itu bertanya pada saya, "Bukankah saya pernah melihat kamu sebelumnya?" Ya, saya tersenyum, saya tahu pasti kali ini dia akan melihat sesuatu yang berbeda pada hasil sinarX. Setelah beberapa lama dia keluar dari kamar gelap dengan hasil lembaran kaca besar dengan gambar paru-paru saya diatasnya (sinarX model lama).

Tampak ketakjuban di matanya, dia berjalan mendekati saya,dan bertanya, " bukankah kamu yang kemarin ditolak, karena ada sesuatu yang tidak beres di paru-parumu?" Ya, jawab saya, tetapi sesuatu telah terjadi. Dia balik lagi ke ruang gelap, dan keluar lagi dengan membawa hasil sinarX saya yang pertama. "Saya tidak mengerti semua ini", lanjutnya, "orang yang sama dengan dua hasil sinarX yang berbeda hanya dalam waktu beberapa minggu. Dia memandang saya seakan meminta penjelasan. " Saya tahu, kata saya, ini memang sukar dijelaskan tapi paru-paru saya telah dipulihkan oleh Tuhan."

Tentu saja itu bukan penjelasan yang cukup buat seorang dokter. " Tuhan ......Tuhan siapa !", jawab dokter itu. Ini merupakan kesempatan baik buat saya untuk memberikan kesaksian pribadi saya, and..... sekaligus mendapatkan pekerjaan. Sejak itu Dokter itu tidak pernah sama lagi!!!

Lalu, saya tinggal dengan orang tua saya di Schalwijk...punya pekerjaan dan membantu kakak wanita saya, secara emosional dan rohaninya Hal ini tidak selalu mudah, tetapi Allah sangat baik dan bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan, bagi saya yang mengasihi dia.

Setiapkali teman-teman atau keluarga datang berkunjung ke rumah orang tua saya, saya harus melenyapkan segala sesuatu yang menunjukkan kehadiran saya. Bagi saya kehidupan saya telah berubah dan saya telah menerima Yesus sebagai Juruselamat saya tetapi orang tua saya tidak mau mengerti itu. Saya agak terlalu fanatik (berlebihan) bagi mereka untuk menyukai saya.

Seseorang pengendara mobil memasuki halaman rumah, suatu sore, dan mengunjungi kami tanpa diduga. Saya harus keluar lewat pintu belakang, menunggu sampai tamu tersebut masuk ke ruang tamu, lalu saya menyelinap keluar dan naik kelantai atas ke kamar saya. Ayah saya tidak mau seorangpun tahu kalau saya tinggal bersama mereka. Saya sering menangis dan merasa tidak diinginkan, tapi saya tahu Allahlah yang bertindak dalam hidup saya, Dia ada di pihak saya dan bekerja untuk kebaikan saya.

Suatu malam pendeta dan penatua dari gereja tsb. datang untuk mengujungi saya. Mereka telah mendengar tentang kesembuhan kakak saya. Pendeta tsb. berkata kepada saya:"Jadi, menurutmu Allah itu seperti tombol lampu, waktu kamu tekan tombolnya maka lampu akan menyala." Yah, saya jawab, anda menyanyi Mazmur 81 ayat 8, Dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau, dan ayat 11 bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh. "Mintalah maka kamu akan akan menerimanya."Itu yang dikatakan oleh firman Tuhan ... bukan saya yang mengatakannya . Lalu saya bertanya pada kakak saya Maria, kalau mungkin dia mau menjelaskan pada pendeta itu apa yang telah terjadi. Maria berdiri dan berkata :"Saya tidak bisa menjelaskan apa yang telah terjadi pada saya, tapi yang saya tahu bahwa Yesus yang menyembuhkan saya." Saya diperintahkan naik ke atas karena ayah saya menganggap saya tidak bisa memberi jawaban yang tepat menurut pandangan pendeta tadi.

Saya telah bertemu dengan Juru Selamat saya dan tak ada yang terjadi diantar. Sukacita Allah jauh lebih besar dari segala penderitaan. Dalam satu tahun saya berjumpa dengan seorang pemuda Kristen dan menikah dengannya 2 bulan kemudian. Tidak bertanggung jawab??..Belum mengenal satu sama lain?? Secara menusiawi, ya, benar tetapi Allah yang mengendalikan hidup saya. Anda ingin membaca kisah menarik ini? WOW!! Bacalah :WEDDING BELLS (klik saja tulisan "WEDDING BELLS seteah anda selesai membaca ini.)

Tuhan mengenal kami.. dan hingga saat ini kami telah menikah lebih dari 35 tahun. Allah tidak pernah membuat kesalahan!!!! Ah...ah! APAKAH ANDA MENDENGAR ITU!! Kami hanya perlu melakukannya saja.

Allah memberi saya 4 orang anak dan kami berimigrasi ke Kanada tahun 1966.

Ini adalah sebagian dari kesaksian saya dan ini baru awal dari kedahsyatan Allah dalam kehidupan saya. Allah tak terbatas dan Ia akan menyatakan diriNya dalam kehidupan kita, jika kita mengijinkan Dia.

BagiNya Kemuliaan, segala hal dahsyat yang telah dilakukannya untuk saya. Bukan suatu rahasia , apa yang dapat diperbuat oleh Allah. Apa yang diperbuatnya untuk orang lain, Dia juga akan mengerjakannya untuk anda.

Saya percaya Roh Allah menyatakan diriNya dalam hatimu saat ini, itulah sebabnya mengapa Dia memberitahukan saya untuk membawa Kabar Baik ini ke Intenet. Jangan takut mengangkat tangan mu ke surga dan berteriak kepadaNya. Allah sedang menantikan itu.

Jangan pernah menyerah!! Saat anda mengira SEMUA harapan sudah hilang sesungguhnya HARAPAN itu masih ada! Segala sesuatu bisa gagal, tapi Yesus tidak pernah gagal. Kalau hidup ini menyakitkan anda dan anda hampir putus asa dan tidak kuat lagi .. .TUNGGU.. .DENGAR ... Dia memanggil namamu! Anda telah memulai dengan keterbatasan-keterbatasanmu, ketidakmampuan, kualifikasi-kualifikasimu, kegagalan-kegagalan, batasan-batasanmu, halangan-halangan yang ada padamu. Sekarang lihat ke-atas kepada wajahNya yang indah, genggam Tangannya yang suci, gapai yang "MUSTAHIL" bersama dengan Tuhan. Ingatlah Dia dapat melakukan JAUH lebih banyak dari pada yang dapat anda lakukan. Lemparkanlah diri anda pada "Garis kehidupanNya". Ijinkan Dia berada dalam kehidupanmu, dan anda akan bersyukur sepanjang masa.

Dia selalu berada selangkah di depan kita, satu halaman lebih dulu,
sedekat napas, sedekat satu sentuhan, selalu dalam pandangan,
dan dalam jangkauan.
Dia akan mendengar, tangisanmu, air matamu,
mengetahui ketakutanmu, menyembuhkan luka-lukamu,
menjawab doamu, mengangkat mu,
menggendongmu keatas bukit-bukit dan melalui lembah-lembah.


Copyright © Dr. Trudy Veerman 1999, 2000
All rights reserved.
Thanks to Connie Duawarna for the translation.

Serahkanlah segalanya padaNya dan letakkan segala keyakinanmu pada Bapa yang telah mengirim putraNya Yesus Kristus untuk membebaskan anda !!! "Yang telah dibebaskan oleh Anak, benar-benar bebas."

More personal stories below.





Please, sign & read my GuestBook


Two of many Awards received for this site
AWARD OF EXCELLENCE