Mazmur 103:2-3 "Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu."
Topik "Kesembuhan Ilahi" di dalam alkitab, telah memunculkan banyak perdebatan, kebingungan, dan perpecahan di kalangan gereja saat ini. Ada banyak pengajaran-pengajaran yang keliru mengenai "kesembuhan ilahi", yang melemahkan bahkan mencuri iman dan berkat yang telah diberikan oleh Allah kepada orang Kristen melalui firmanNya.
Tujuan artikel ini adalah untuk memperlihatkan pengajaran-pengajaran dan pemikiran-pemikiran tentang hal ini dan untuk memulihkan iman umat Kristiani pada Firman Tuhan yang Berkuasa. Untuk kemudian barulah, orang percaya dapat meraih janji Allah, dengan iman, sehingga mereka dapat memperoleh kesembuhan.
Karena Kemahakuasaan Tuhanlah, maka Dia harus mengijinkan segala sesuatu tejadi, jika tidak berarti dia tidak memegang kendali dan tidak berkuasa. Allah juga mengijinkan kejadian-kejadian terjadi di luar "kehendakNya yang suka mengijinkan" atau diluar "arahanNya", atau "KehendakNya yang sempurna". Karena kemurahan dan kasihNya pada umat manusia, Allah telah mengijinkan Ilmu Kedokteran berkembang hingga sampai pada tingkatnya saat ini. Ya, Allahlah yang memberikan pengetahuan kepada manusia untuk mewujudkan ini, tetapi Allah melakukan ini karena ,"kehendaknya yang serba mengijinkan", tidak menginginkan manusia merasa tidak berguna.
Pada hakekatnya Allah tidak memerlukan ilmu kedokteran untuk menyembuhkan. Roh Allah tidak bekerja melalui orang-orang yang tidak bertobat!. Seseorang tidak dapat memiliki atau menggunakan " Karunia-karunia Roh" tanpa menjadi orang Kristen. Kalau Tuhan memang ingin bekerja melaui Dokter mengapa banyak kali yang mendapat pujian justru dokternya? Mengapa setiap kali bukan Allah yang mendapat pujian ? Dokter bukanlah Allah, dan mereka tidak memiliki jawaban akhir.
Kesembuhan yang diperoleh dari dokter melalui operasi dikenal dengan "healing by mutilation" artinya kesembuhan dengan memotong atau membuang sesuatu. Sebaliknya "Kesembuhan Ilahi" ialah kesembuhan dengan pemulihan. Allah tidak perlu memotong bagian tertentu dari tubuhmu untuk menyembuhkanmu, Ia tinggal memulihkan saja yang salah, atau membebaskan kita dari roh yang menyebabkan sakit. Semua roh tersebut takluk padaNya.
Lukas 10:17 "Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata" Tuhan Juga setan-setan takluk kepada kami demi namaMu." Sementara kita berada di ayat ini, saya ingin (refute=menyangkal/membuktikan salah)menyangkal satu lagi doktrin yang salah tentang kesembuhan yang saat ini disebarkan, yaitu " Kuasa Menyembuhkan, melakukan mujijat, dan mengusir setan hanya diberikan kepada keduabelas murid Tuhan untuk memulai gereja Tuhan." Ayat tadi berkata"Ketujuhpuluh murid memiliki kuasa mengalahkan setan! Dan jika memang hanya duabelas murid pertama yang memiliki kuasa, mengapa Paulus menyembuhkan dan membebaskan orang-orang? Paulus tidak termasuk duabelas murid Jesus! Lalu bagaimana juga kuasa Tuhan masih terjadi hingga saat ini?
Ingatlah wanita yang mengalami pendarahan di Markus 5:25-34 "Adalah di situ seorang perempuan yang sudah duabelas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya, malah sebaliknya keadaanya semakin memburuk."
Perhatikan Alkitab berkata bahwa wanita ini "telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib". "Dia telah dihabiskannya semua yang ada padanya", dan pada akhirnya "keadaanya tidak bertambah baik, malah bertambah buruk." Hal seperti ini, masih terjadi hingga saat ini. Ketika seseorang menderita sakit yang mematikan seperti Kanker, mereka akan pergi ke dokter, menghabiskan sebagian besar atau bahkan seluruh simpanannya untuk perawatan medis, dan kemudian sebagian besar waktunya diserahkan oleh dokter kepada kematian, dan bertambah buruk! Barulah kemudian (kalau orang itu orang kristen) akan berbalik dan berseru pada Allah untuk meminta pertolongan. Hal ini karena mereka mencari pertolongan manusia dulu, kalau manusia tidak bisa menolong barulah mereka berbalik kepada Allah. Ini bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Alkitab pada kita!
Coba kita perhatikan apa yang terjadi pada Raja Asa yang mengalami sakit di kakinya. II Tawarikh 16:12-13 "Pada tahun ketiga puluh sembilan pemerintahannya Asa menderita sakit pada kakinya yang kemudian menjadi semakin parah; namun dalam kesakitannya itu ia tidak mencari pertolongan Tuhan, tetapi pertolongan Tabib-Tabib. Kemudian Asa mendapat PERHENTIAN bersama-sama nenek moyangnya. Ia mati pada tahun keempat puluh satu pemerintahannya." Hal inilah yang biasanya terjadi kalau kita meletakkan keyakinan atau iman kita pada kemampuan manusia bukan kepada Allah. Hanya Allah yang dapat melakukan yang "Mustahil"!
Marilah kita renungkan Ayat-ayat berikut ini. Alkitab berkata: Asa tidak mencari pertolongan Tuhan tetapi mencari pertolongan pada tabib-tabib dan akibatnya DIA MATI!. Coba pikirkan apa yang akan terjadi kalau seandainya saja saat itu Asa mencari Tuhan untuk kesembuhannya? Yesaya 38:2,3..." lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan berdoa kepada Tuhan. Ah Tuhan, ingatlah kiranya bahwa aku telah hidup di hadapanMu dengan setia dan dengan tulus hati bahwa aku telah melakukan apa yang baik dimataMu. Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat." Ayat 5..."Pergi dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah Firman Tuhan, Allah Daud, Bapa leluhurmu: telah kudengar doamu dan telah Kulihat airmatamu; sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi." Dengan memalingkan mukanya ke arah dinding, Hizkia menutup dirinya dari yang lain dan hanya melihat Tuhan saja. Doanya yang sungguh-sungguh, airmatanya, dan imannya membuat Tuhan mengubah keadaan Hizkia. Lagi kita memiliki ayat-ayat yang mengingatkan kita untuk mempercayakan kesembuhan kita pada Tuhan.
Jika Orang Tidak Sakit dan Mati, Mereka akan Hidup Selamanya!
Berbagai argumen atau "pemikiran yang logis," tidak akan dapat bertahan lama, karena pendapat tersebut tidak berdasarkan Firman Tuhan, tetapi hanya berdasarkan "logika manusia". Iblis dari dulu adalah pendusta, pencuri, dan pembunuh, ia akan menanamkan pemikiran jahat dan keliru ke dalam pikiran orang Kristen untuk mencuri iman mereka, dan janji-janji Allah, dan pada akhirnya membunuhnya dengan merampok kesembuhan mereka!
Joh 8:44, "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan Bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta."
Setan menipu banyak orang Kristen dengan menanamkan pemikiran, "Jika tidak ada penyakit di dunia ini, maka tidak akan ada orang yang mati." Iblis bahkan mengutip Firman Allah dan memasukkannya ke dalam pikiran kita, yaitu Ibrani 9:27 "Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi." Marilah kita mempelajari Ayat ini, apakah ayat ini berkata harus menderita sakit untuk mati? Tentu Tidak! Alkitab hanya menyatakan bahwa manusia ditetapkan untuk mati satu kali saja, tetapi tidak berkata kita mati karena sakit penyakit!
Kejadian 9:29 Nuh mencapai umur sembilan ratus lima puluh tahun, lalu ia mati."
Alkitab tidak berkata bahwa Nuh mati karena sakit penyakit, juga tidak berkata sebaliknya. Marilah kita perhatikan ayat yang satu ini, yang menyatakan/menunjukkan suatu "Prinsip Rohaniah Universal." Pada I Yohanes 14:2, Yesus menyatakan, "Di rumah Bapaku banyak tempat tinggal, jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu."
Saat ini kita semua setuju bahwa Yesus mengatakan kebenaran dalam Ayat ini. Karena Yesus adalah "Firman" (Logos), sebelum inkarnasi, seperti dinyatakan dalam Yohanes 1:1 " Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." Dalam Johanes 14:2 Jesus telah menyatakan kebenaran yang sangat mendasar yang dapat diterapkan ke kesuluruhan Injil, dengan pernyataanNya yang berbunyi, "jika tidak demikian tentu Aku mengatakannya kepadamu." Sehubungan dengan penyebab kematian Nuh, saya percaya jika Nuh mati karena sakit, Maka Allah telah menyatakannya dengan jelas. Tetapi pada ayat tersebut hanya dinyatakan bahwa nuh mati, hal ini menunjuk pada waktunya untuk mati dan bukan karena sakit penyakit! " Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu." Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu."
Marilah kita melihat orang-orang suci yang lain, dan periksalah apa penyebab kematian mereka. Kejadian 25:8 lalu ia meninggal. Ia mati waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya." Dalam bahasa Yunani, ayat ini menyatakan, "Lalu Abraham menyerahkan rohnya dan mati, waktu telah putih rambutnya dan suntuk umurnya, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya." Bahasa Yunani mengatakan menyerahkan nyawanya (sudah habis masanya). Tidak menderita sakit-penyakit, di tangan Iblis! Bahasa Yunani juga menyatakan bahwa Abraham "tua dan suntuk umur". Suntuk umur berarti,"puas" dalam bahasa Yunani. Tidak menderita sakit dalam rumah sakit-rumah sakit yang dipenuhi setan, disiksa!
Ada banyak contoh-contoh lain di dalam Firman Tuhan yang menyatakan bahwa seseorang tidak perlu menderita sakit untuk mati. Beberapa orang akan berkata,"lalu bagaimana dengan para Rasul yang mati syahid (mati sebagai martir)? Bagaimana dengan mereka? Mereka tidaklah sakit, dan mereka tidak mati karena sakit-penyakit. Mereka memang mati karena kekerasan, tapi Yesus telah mengingatkan mereka sebelumnya bahwa hal tsb. akan terjadi.
Baca Lukas 11:49; Matius 23:24; Johanes 15:20, Kisah para Rasul 7:52. Saya tidak pernah melihat satupun dalam Firman Tuhan yang berkata bahwa kamu akan mati karena sakit-penyakit!
Apakah Allah Menimpakan Sakit Penyakit pada kita untuk KemuliaanNya?
Pertama-tama kita harus tahu, bahwa Tuhan bukanlah pencipta sakit penyakit. Kisah Para Rasul 10:38 "yaitu tentang Yesus dari Nazaret : bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia." Disini kita dapat melihat bahwa pencipta tekanan dan aniaya, adalah Iblis, dan bukan Allah! Kalau Allah yang memberikan sakit penyakit pada manusia lalu mengapa Yesus berkeliling dan menyembuhkan mereka?
Saat ini bagi para pendukung "Pendapat" yang menyatakan bahwa "Allah mengijinkan kita menderita sakit untuk kemuliaan Tuhan", atau pendapat yang mengatakan "mungkin bukan kehendak Allah untuk meyembuhkan Orang Percaya", saya memiliki satu pertanyaan untuk mereka. Mengapa,saat mereka sakit, mereka justru lari kepada dokter untuk melenyapkan sakit-penyakitnya, dan hal ini tentunya mencuri semua kemuliaan Allah atau berada diluar kehendakNya???
Tapi sebaliknya, kalau memang Allah mengijinkan kita mengalami sakit penyakit dan kita meletakkan iman kita pada perkataanNya, dan menerima Kesembuhan Ilahi, barulah nama Allah dimuliakan.
Apakah Kesembuhan Ilahi disediakan dalam Penebusan Dosa?
Penganut Kristen non kharismatik menolak menerima "Full Gospel", yang jelas-jelas diajarkan oleh Alkitab. "Baptisan Roh Kudus" adalah sebab dari penolakan mereka.
Jika kita tidak memiliki Roh Kudus yang menuntun kita dalam seluruh kebenaran, maka kita tidak dapat melihat kebenaran Rohani dari Kesembuhan Ilahi. Lihat Yoh 6:13. Pada kenyataannya gereja-gereja Non karismatik menolak Firman Tuhan yang berhubungan dengan "Supranatural", kecuali keselamatan. Saya tidak mengatakan bahwa Kristen non-karismatik tidak memiliki "Karya Roh Kudus". Yang saya maksudkan adalah, seseorang dapat diselamatkan, tanpa menerima "Baptisan Roh Kudus." Kis 19:1-7 adalah contoh yang bagus.
Firman Tuhan menyatakan bahwa Keselamatan & Kesembuhan Ilahi saling mendukung satu dengan yang lain. Matius 9:2 Maka dibawalah oranglah kepadaNya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah ia kepada orang lumpuh itu :"Percayalah, hai anakKu, dosamu sudah diampuni." Pada ayat yang ke-5, Yesus menjawab para Ahli Taurat, Manakah yang lebih mudah, mengatakan Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah!?
Ini juga menunjukkan hubungan antara dosa dan sakit-penyakit. Sakit-penyakit adalah akibat langsung dari dosa. Tetapi hal ini bukan berarti semua orang yang mengalami sakit-penyakit, disebabkan berbuat dosa. Contohnya Ayub, orang yang bijaksana dalam segala jalan hidupnya , tetapi kenyataannya dia mengalami cobaan yang sangat berat atas imannya. Ayub juga disembuhkan Allah dan Allah memulihkan segala miliknya dua kali lipat. Bacalah kitab Ayub.
Telah dinyatakan kepada kita di Yesaya 53:4-5 "Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita, dia diremukkan oleh kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, oleh BILUR-BILURNYA KITA MENJADI SEMBUH." Di sini Allah menyatakan bahwa Yesus "tertikam oleh karena pemberontakan kita"(dosa kita), dan oleh "bilur-bilurnya kita telah sembuh" (Kesembuhan Ilahi). Jadi kesembuhan Ilahi telah disediakan didalam Penebusan Kristus, dan telah disediakan bagi kita sejak 2000 tahun yang lalu! Bacalah juga I Petrus 2:24, disini Petrus menyatakan, "oleh bilur-bilurnya kamu telah sembuh." Kata "telah" berarti,bentuk lampau (past-tense)!
Apakah memang selalu Kehendak Tuhan untuk Menyembuhkan Kita?
Matius 4:23b . .. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan sgala penyakit dankelemahan di antara bangsa itu."
Ayat 24b . .. dan dan dibawalah kepadaNya semua orang yang buruk keadaanNya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan, dan yang lumpuh, lalu YESUS MENYEMBUHKAN MEREKA.
Matius 8:16 "Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang mederita sakit."
Kis 10:38...Bagaimana Allah mengurapi Yesus dari Nazareth dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis,(ini termasuk sakit penyakit, karena sakit penyakit bukan berasal dari Allah, tetapi dari setan), sebab Allah menyertai Dia.
Yakobus 5:14-16 ..."Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita,baiklah ia berdoa! Adakah seorang diantara kamu yang sakit? baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."
Sekarang mari kita lihat Ibrani 13:8 . . . Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. "Sekarang anda mendapatkan kebenaran 2+2=4.
Kalau Tuhan mempunyai maksud bahwa Kesembuhan Ilahi tidak untuk semua orang, padahal keselamatan untuk semua orang, tentunya pasti ada lampiran dalam FirmanNya yang menyatakan bahwa kesembuhan unuk sebagian orang tertentu dan tidak untuk orang yang lain. . . Tetapi, lampiran itu tidak terdapat dibagian manapun dalam alkitab. Kepada siapapun yang datang kepadaNya untuk memperoleh kesembuhan Ilahi, Tuhan Yesus juga tidak berkata, "hmmm kita lihat, mungkin kamu sebaiknya tetap sakit kanker, cukuplah kasih karuniaKu bagimu, pergi dan muliakan NamaKu." Puji Tuhan, saya sangat bersuka cita karena Juru Selamat kita tidak pernah berkata seperti itu. Ia bahkan tidak dapat berkata seperti itu karena Ia tahu rencana Allah seperti yang nyata di Yesaya 53:4-5.
IMAN SEDANG BERTINDAK!
Dalam hal membuat suatu pengakuan dan pernyataan, seseorang membuat pernyataan dari "apa yang diyakininya" atau dengan sederhana saja "mengatakan apa yang dipercayainya". Kalau engkau percaya, engkau akan memintanya atau berkata dengan tegas.
Matius 7:7-8... mintalah, maka akan diberikan kepadamu..., karena setiap orang yang meminta, menerima....
Matius 7:11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik bagi anak-anakmu, apalagi Bapamu yang disorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya."
Matius 19:26...Yesus memandang mereka dan berkata:"Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
Markus 9:23... Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!
Markus 10:52 ...Lalu kata Yesus kepadanya:"Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."
Markus 11:22 "Yesus menjawab mereka:"Percayalah kepada Allah!"
Markus 11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta (buat pengakuan apa yang anda yakini) saat kamu berdoa, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
Yohanes 15:7 Jikalau kmu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, MINTALAH apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Yohanes 14:14 Jikalau kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, aku akan melakukannya."
Yakobus 2:17 berkata bahwa, "Iman tanpa perbuatan adalah mati." Iman tidak diperoleh dengan melakukan perbuatan supaya menjadi sempurna, tetapi sebaliknya, "Iman yang sejati akan menghasilkan perbuatan yang sesuai." Wanita yang mengalami pendarahan ini melakukan hal yang benar saat dia berkata pada dirinya sendiri "Asal kujamah saja jubahnya, maka aku akan sembuh. "Saat itu imannya yang sedang bekerja, dengan menyentuh ujung jubah Yesus. Imannya menyembuhkannya. Karena Yesus berkata padanya, "Teguhkanlah hatimu anakKu, imanMu telah menyembuhkanMu." Matius 9:21-22
Lagi, semua ayat-ayat ini dipadukan dengan Ibrani 13:8 .. .(Yesus Kristus adalah SAMA) memberikan pada kita jaminan yang cukup bahwa Allah akan menjawab dan menyembuhkan. Kita juga sampai pada kesimpulan inilah pentingnya bagi orang percaya di dalam Yesus Kristus, untuk mengetahui, mengerti, mentaati, dan percaya akan PerkataanNya; ayat-ayat firman Tuhan.
Mengapa Tidak Semua Orang Kristen Memperoleh Kesembuhan?
Bila kita tidak mendapatkan kesembuhan, itu bukanlah kesalahan Allah,kita harus mengetahui tugas kita dan temukan di mana kita kehilangan Allah.
Bagaimana kita tahu apakah Kehendak Allah? Kehendak Allah adalah FirmanNya! Apapun yang dikatakan Allah dalam firmanNya adalah "Kehendaknya yang Nyata".
Jika bukan kehendak Tuhan untuk selalu menyembuhkan kita, tentunya Tuhan tidak akan memasukkan "Kesembuhan Ilahi" dalam penebusan dosa dalam firmanNya. Jika anda bertanya "Mengapa banyak orang Kristen harus menderita dan mati dalam sakit penyakit?" I Kor 11:27-30...."Sebab itu banyak diantara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal." Sudah pasti ini bukan kesalahan Tuhan, Dia sudah menunjukkan posisiNya dalam masalah ini. Ini adalah kesalahan manusia!Ada sejumlah alasan mengapa orang Kristen tidak memperoleh kesembuhan.
Berikut adalah beberapa alasannya:
1. Ketidaktaatan akan FirmanNya, adanya dosa-dosa yang tidak diakui dan tersembunyi, kebiasaan buruk, tidak mau mengampuni dll.
2. Pengajaran yang salah, seperti berdoa dengan kebimbangan "Jika ini KehendakMu Tuhan". Berdoa dengan kebimbangan, mempertanyakan Kehendak Tuhan untuk menyembuhkan mereka, padahal Tuhan sudah menyatakan dengan jelas dalam FirmanNya, bahwa kesembuhan adalah kehendakNya! Perhatikan Markus 14:36 & Lukas 22:42, dimana Yesus berdoa dan bergulat dengan "penyaliban" yang Ia tahu saatnya sudah tiba, dan Dia berkata "Jika Engkau mau ambillah cawan ini." Tetapi kemudian Yesus berbalik dan berkata, "janganlah kehendakKu yang jadi tetapi kehendakMulah yang jadi."Hal ini menunjukkan ketaatan Yesus kepada Bapa, dan bahwa Ia tahu apa kehendak BapaNya, tetapi saat itu dia sangat menderita dan ketakutan menjelang penyalibannya. Sehingga Yesus tidak berdoa sesuai dengan janji yang telah diberikan oleh Bapa melalui pengorbanannya di Calvary.
3. Penolakkan terhadap "Baptisan Rohul Kudus", dengan buktinya "berbicara dalam bahasa lidah", hal ini menyebabkan kita tidak dapat melihat "Kebenaran Rohani tentang adanya kesembuhan illahi" yang nyata-nyata telah diajarkan dan diberikan oleh Allah dalam firmanNya.
4. Kurang mendapatkan pengajaran tentang iman, mengakibatkan "lemahnya iman". Kalau kita tidak mengerti apakah iman itu, bagaimana memperoleh dan mengambil iman untuk sampai kepada janji Allah, maka kita tak akan pernah mendapatkan kesembuhan itu. Segala sesuatu yang kita terima dari Allah diperoleh dengan IMAN, dimulai saat menerima Keselamatan! "Karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh Iman!"
5.Cara Berdoa yang Salah. Jika kita tidak tahu bagaimana cara berdoa dengan "Doa berdasarkan Iman", maka kita tidak akan memperoleh apa-apa dari Tuhan. Iman adalah elemen yang paling penting untuk meraih apa saja dari Tuhan, mulai dari Keselamatan sampai Kesembuhan Ilahi, untuk masuk ke dalam kerajaan Allah yang kekal!" firmanNya berkata Ibrani 11:6"..tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah", Roma 14:23".. dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa"
6. Berdoa di dalam nama yang salah. Kita harus selalu berdoa di dalam nama Yesus. Joh 14:13 "Apa juga yang kamu minta dalam namaku Aku akan melakukannya supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak"
7. Tidak percaya bahwa ia telah menerima jawaban atas doanya tepi hanya berharap terus! Markus 11:24 "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu."
8. Tidak mempertahankan Pemikiran Positif sesuai dengan alkitab, yang menimbulkan pernyataan-pernyataan negatif "...Karena yang diucapkan oleh mulutnya itu yang meluap dari hatinya (Matius 12:34 & Lukas 6:45).
9. Tidak memberi Pengakuan Alkitabiah yang Positif. Tidak memiliki Firman Tuhan yag cukup di dalam hatinya, untuk menjaga iman mereka dari kebimbangan. Ibrani 20:23.
10. Tidak bertindak berdasarkan iman, hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak sungguh-sungguh percaya bahwa mereka telah menerima permohonan mereka. Markus 11:24 & Lukas 17:14 menyatakan bahwa para penderita kusta itu disembuhkan saat mereka memperlihatkan diri mereka pada imam-imam." Penderita kusta itu tidak menolak ketika diminta untuk meninggalkan Yesus, mereka tidak menunggu sampai kesembuhan mereka menjadi nyata. Tetapi mereka berjalan pergi sesuai dengan perintah Yesus untuk memperlihatkan diri mereka pada para imam dan mereka pun disembuhkan dalam perjalanan mereka. Mereka bertindak dengan iman mereka.
Ada banyak penyebab mengapa orang Kristen kehilangan Tuhan dan tidak mendapat kesembuhan, tapi jangan salahkan Tuhan karena kelemahan kita itu! Adalah tanggungjawab kita untuk mempelajari Firman Tuhan, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran".( II Timotius 3:16) "Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu." (II Tim 2:15)
Semoga anda dapat terdorong untuk melihat bahwa apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Allah. Yesus memandang mereka dan berkata:" Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." (Matius 19:26)